Tampilkan postingan dengan label the great time. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the great time. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2009

Enjoyed Holiday : Bali

Habis dari Pacitan, istirahat di rumah 2 hari, gue berlayar ke Bali. Huiiiiihh! Yang satu ini tak terlupakan. Beneran! ‘Wow’ abis! Liburan bareng temen-temen seangkatan yang paling unforgettable!
Hari pertama, kami ke Sanur, Tanjung Benoa, GWK, Tanjung Benoa lagi, Joger, terus ke Kuta.
Hari kedua, kami nonton tari Barong (gara-gara gak dapet kursi, kami nonton putaran kedua), ke Pusat Jajan Bali, ke Galuh, nonton Barong yang nggak jadi tadi, pasar seni Sukowati, pusat grosir Karang Kurnia, terus Tanah Lot. Di tanah lot gue males masuk pura, jadinya poto-poto aja.
Hari ketiga, kita ke Bedugul sama Pantai Lovina, terus pulang. Nah, pas pulang ini yang bakal gue kenang seumur hidup. He declared his feeling that night on the bus! Iyayy!!! I’ve been just wondering about that, and then that happened! You have no idea how blushing I was! Aaahh! And I answer ‘YES’ to something that he asked me. Bus, I’m in love!
Well, still there are 5 days to come before back to school. And I can’t hardly wait for school and fight for my future!
Give you some pictures, for more, see my facebook account.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

See ya, people!

_a.risk-taker_

Enjoyed Holiday : Pacitan

First week, like I said I went to Pacitan. Gue jadi panitia outbound buat adek-adek kelas 1 yang udah pada naek kelas 2. Seru banget! Gu nyobain flying fox dkk. Amazing! Gue satu-satunya orang yang teriak paling kenceng pas meluncur. Hehe…
Malemnya, ada JJM di hutan kecil di pinggir pantai Teleng Ria, Pacitan. Tapi kali ini nggak sesukses jaman angkatanku outbound tahun kemarin. Pohonnya udah nggak selebat dulu. Udah pada digunduli, jadinya kalau malem nggak segelap yang diharapkan.

Tapi meskipun gitu, haha, tetep aja ada adek kelas yang nangis dan nggak berani disuruh jalan sendirian dalam hutan.
Gue selalu ketawa ngakak dalam hati pas ada adek kelas yang mau ngelewati pos pertama, which is pos yang gue jaga (FYI, semua panitia OSIS cewek nggak ada yang ngepos kecuali gue! Hebat!) barengan Bu Enny sama Hafidh. Kenapa gue ngakak? Habisnya tingkah ketakutan anak-anak kelas 1 tuh unik-unik. Ada yang baru ngeliat bayangan gue, Bu Enny sama Hafidh di kegelapan aja udah langsung berhenti terus nangis jongkok, ada yang teriak-teriak, ada yang mundur pelan-pelan sambil nanyain “Itu siapa disitu?”. Haha! Pokoknya asik banget nakut-nakutin mereka. Yang cewek kebanyakan cengeng semua.

Image and video hosting by TinyPic
itu lukas
Image and video hosting by TinyPic
gue
Image and video hosting by TinyPic
gue lagi, hehe...
Image and video hosting by TinyPic
si beib
Bali stories, look up!

_a.risk-taker_

Rabu, 10 Juni 2009

Exam, Angels and Demons and Chic

Haloooo…

Ehem, ehem…

Nggak kerasa udah seminggu lebih gue nggak blogging. Padahal tiap hari ol fb. Which means, gue lagi have nothing to write. Really. Lack of ideas.
Well, anyway…minggu ini gue UAS. Minggu depan gue remidian. Moga aja remidinya dikit, atau malah nggak remidi sama sekali.
Review dikit :
Matik : hancur lebur jadi bubur!
Bahasa Inggris : alhamdulillah…gak mumet.

Penjas : hadeehh…tapi lumayan.

Fisika : so so (hhh…paling juga remed)

Agama : aduh, essaynya lebih gampang timbang multiple. Ayat-ayatnya kabur semua. (kemana?)
Kimia : gak meyakinkan sama sekali…(bbbeeh!)

Jurnal : okelah…

Bahasa Indonesia : homonym sama homofon gue kebalik. Mampus, dah!

PKn : gak yakin, tapi kayaknya gak remed, nih.

Seni rupa : walah, I wasn’t born for art!

Sejarah : biiiuuuh…otak gue tua bener, dah!

Biologi, conversation…dihantam besok!


Gue baru baca Angels and Demons lagi. Ini baru yang kedua kalinya. Dulu pas yang pertama, pinjam punya Kepsek gue. Sekarang, gue donlot ebook-nya. Dan Brown gak ada matinya. Keren mampus!
Pasti udah pada liat filmnya, huhu…Nasib gue tinggal di pedalaman (baca : kota kecil), jadi mesti nunggu sebulan lagi biar bisa pinjem VCDnya. Hiuhh.


Minggu kemarin, gue beli CHIC. Hehe…sok tua, ya gue. Beli majalah buat konsumsi twentysome lady gitu. Gue kehabisan Girlfriend sekalian Cosmogirl. Ugh! KaWanku aja juga kehabisan. Hah! Akhirnya beli CHIC aja.
Isinya oke, cuman yah…lebih serius daripada CG, GF. (ada tentang s*ks-nya juga). Secara majalah ‘dewasa’. Tapi kan gue beranjak dewasa, udah mau 18, jadi ya ok aja. Heheh... (senyum curang)

Eh, udah ya. Mau belajar Bio nih...bye! Mmmwwah!

_a.risk-taker_

Selasa, 14 April 2009

Today was A Love Day! Iyay!

Yes, it was!

I know I may sound a little bit corny, but that’s the fact! Today was my love day! LOL. He asked me to talk about something which was a little bit serious, and the beginning was sooo sweet…

For such a long time we didn’t talk the way we did today. He didn’t even know my number, so he couldn’t ask me anything he may needed to know (I changed my number a month a go).

Sooo...he asked me about my number and I gave it. He wrote it on his book, then he kept it in his bag. I told him not to lose it again, cause he’s ever done it before. Then he asked me why I changed my number. ‘Was it that girl?’, he asked. The girl was the topic that we discussed today. She bothered me so that I had to change my number. But I answered, ‘No, it wasn’t. She’s just the small part, not the big one.’ I skipped the chance to answer his question honestly.


AND HE DID ASK ME about someone who declared his feeling to me a month a go (which was my biggest reason why I changed my number, honestly, but I didn't tell him). He did care about that! Wow! What a sweet fact!


Then we talked, talked, talked and talked. My besties did disturb us when we were talking. And I can’t believe they recorded it! Ugh! But it was funny to watch. Haha! And he, 123, caught Si Beib when he recorded us from outside the class. I wish you were there to see Si Beib’s face when he got caught! Haha!
After that conversation, I’ve got to lead a meeting with some of first grader. And he waited me for that. Then we walked together to the parking area and went home happily.Hehe...

What a sweet day!

_a.risk-taker_

Rabu, 11 Maret 2009

Ngebel Stories : Part I

Gue besok tanding basket lagi. Kali ini main away. Wish us luck, ya!

***

So…gue sudah berhasil mengetahui secret admirer gue. Lumayan juga…well, tapi dia tadi ada mata kuliah, jadi dia nggak nonton gue basket kayak biasanya (kata Lya, nih).

Yang nyebelin hari ini (entah kenapa selalu aja ada yang bikin gue sebel tiap hari), mas-mas PPL kali ini. Masa yang disuruh maju ke depan baca jawaban tugas gue melulu. Pake disuruh ngebenerin jawabannya 123 lagi. Wah, satu kelas langsung berubah jadi kebun binatang. Pada jejeritan semua. Semua bunyinya sama, “Cieee, cieee…!”

Hapal banget sih mas-mas PPLnya sama gue? Gue melulu…Terus masa kata Mita itu orang ngeliatin gue mulu?! Mudah-mudahan besok dia udah lupa sama gue. Haha! Nggak enak rasanya kalo ada orang asing hapal sama kita dalam waktu singkat begitu.

Oh, ya, inilah beberapa foto LDK kemarin, as I promised you :

Ini pas malam Minggunya. Kami sedang rapat rute penjelajahan buat besoknya. (rapat apaan yang kelakuannya begitu?)

Menemukan siput kawin di sela waktu me-rute.

Sedang me-rute

First team. My bro’s.

Second team. Reza’s.

Last team. Andri’s.

I’ll put more soon…thanks! (and yea, I used Cassey’s photoshop action on some.Thank her for that! It made them look different.)

_a.risk-taker_

Kamis, 05 Maret 2009

Talk to You with Those Picture

Hari ini gue kayak bolang alias bocah petualang. Pagi tadi, jam 8 gue dispen keluar kelas buat pergi ngecek bus ke biro pariwisata yang rencananya bakal bekerja sama dengan sekolah kami untuk study tour ke Bali, Juli nanti. Rombongannya :
Rangga, Lia, gue, Adri, Si Beib, Lukas, Ucrit, Mila, Mia, Hafidh, Pak Aji and the last, Pak Wid.

Lama, sampe setengah 12. Wuih! Gue berangkat dan pulang bonceng Pak Aji.

Terus, siangnya gue kebetulan libur les jadi bisa tanpa dispen pergi survey ke Telaga Ngebel buat lokasi LDK Sabtu ini. Rombongannya :
Gue, Si Beib, Mia, Lukas, Pak Aji, Pak Wid.
Wuih! Capek puol hari ini! Tapi gak tahu kenapa, gue nggak gitu masalah dengan ‘capek-capek’ ini. Cuz today was so fun! Kali ini gue bonceng Si Beib.

pas lagi nyobain busnya…

cowok-cowok ngecek smoking area-nya

nungguin Pak Wid yang nyari kunci motor (ilang gitu…), Lia sama Ucrit jadi gembala kambing

nungguin pencarian kunci berakhir

yang lagi nyari kunci. Hopeless…

vila yang disewa buat LDK

jalannya vila. Dingin begete disini!

sunset di telaga. kereeen!!!

menunggu hujan reda di warung lesehan sekitar telaga.

Pulang dari telaga baru jam setengah 7. Perjalanannya sampai setengah 8 soalnya udah malem banget dan jalannya licin. Jadi pelan-pelan, deh. Tapi nggak bosen, sih. Sepanjang jalan, gue sama Si Beib nggak berhenti ngobrol. Jadi nggak kerasa. Pas sampai di kosnya Pak Wid, gue masih rundingan dulu soal dana yang minus. But, it solved. Then I went home and came home at 8.30.

Pfffiiuhhh! Semoga hasil kerja keras hari ini berbuah manis…

Amin…

Thanks and see ya soon!

_love.phobia_

Minggu, 01 Maret 2009

Jangan Percaya pada Dua Foto di Bawah Ini!!!

Dua foto di bawah adalah hasil scripting, tidak alamiah. Bagi kawan-kawan dunia nyata gue yang kadang baca blog ini, PERHATIAN : ini hanya untuk iseng semata. Biasaaa, kalo iseng saya sama ‘suami gadungan’ saya itu lagi kumat. Sok-sokan kami berdua bikin foto mesra. Jadinya aneh, soalnya pake hape Komandan yang notabene masih VGA. Foto diambil pas acara traktiran ultah Mia (happy birthday, Mi!), kedai steak yang lumayan rame di Ponorogo, Sabtu kemarin.

CAUTION : They’re faking poses!

after taking the photos, we both laughed out loud together. Oh, how we looked like a real couple on those! So cute. Haha!

Do you guys enjoy your weekend? Cuz I do. Tadi pagi pas jogging, gue ketemu sama kiper cakep, the one whom I have a crush on pas futsal kemarin. Dia lagi latihan sepak bola gitu. Oh, my! Kok bisa ya gue nggak ketemu dia sebelum-sebelum ini, padahal tiap minggu gue pasti jogging? Baru tadi pagi gue tahu dia ternyata latihan di deket tempat gue parkir motor. Dan sepertinya, setiap Minggu dia selalu latihan di situ. Emang mata gue aja yang nggak pernah jelalatan ke sekumpulan anak yang lagi latihan bola.
Ah, dia tampan sekaleeeee!!! He’s so damn gorgeous! Meskipun gue pernah menganggap 123 itu gorgeous, tapi yang ini more more and 100% more gorgeous!

‘Hei, lelaki tampan, boleh tahu nomer hape kamu gak?’ is the sentence that I wished I could say this morning to him. But I didn’t, although my friends said that he was looking at me many times while I sat on my motorbike…

Thanks for coming and (or even) reading! See ya!

_love.phobia_

Minggu, 25 Januari 2009

Holidaaaaayyyy!!!!

Well, 20th of Januari has passed and so…I’m coming back here with my daily stories as always written before I join the writing competition.

This time, will be all about holiday, people! Let me say it again, HOLIDAY!!!

This holiday was soooooo…great… I went to my grandparent’s house in Lumajang, and stayed there for 4 days. Like usually, it was so refreshing to have stayed in a small village (you can see so many green farms anywhere there. And so about the small-clean rivers). But there, I couldn’t find any “warnet” to get internet connection. I have to go to the central town to get it. And I didn’t want to. That’s why I couldn’t visit my ‘another world’ a.k.a internet for a long time, even just to say “Hi…”. The central town was sooo far from my grandpar house. Better for me to wait till I come home.

But before I went to Lumajang, I’ve had a fun time with my best friends in Pletuk Waterfall. They’re some pictures taken by Lukas’s and Andyka’s phone camera :

And the one I like most :

Whenever I look at that picture, I feel kinda emotional…dunno why…

I wondered if I stayed still in Alma Islamic Boarding School, I would never had those very great picture! I love high school’s time!!!!

_love.phobia_

Jumat, 26 Desember 2008

The Unforgettable 21st of December






Those picture are the bestest moment I've ever had...

_love.phobia_

“10 Besar Remaja Putri Tercantik dan Terpintar Se-Ponorogo, Mbak!!”

Pas malem final, gue dirias sama guru tari gue, Bu Sari, di rumahnya. Hampir telat, soalnya udah setengah tujuh belum dijemput. Tapi gue sih nggak terlalu khawatir, soalnya ya nggak niat dari awal itu tadi. Telat biarin, di-diskualifikasi, biarin. Habis males banget malem itu. Paling juga di Watu Dakon (tempat grandfinalnya) juga molor jadwalnya.

Sampe sana, bener aja. Molooor banget. Khasnya Indonesia, sih. Hehe…

Singkat cerita, gue tampil di paradenya. Habis itu dijejer (disuruh berdiri doang nggak ngapa-ngapain) di atas panggung sampe sekitar seperempat jam buat nunggu juri rapat. Capek, boooo!!! Gile! Pake sandal selop hak 7 cm, pake kebaya, pake kain jarik, terus disuruh berdiri segitu lamanya sambil senyum ke seluruh penonton…haloooo…siapa yang nggak capek coba?!

Akhirnya, jurinya selesai juga dan segeralah 15 besar Kakang dan 15 besar senduknya diumumin. Asli, gue udah pesimis banget soalnya selama 3 hari penjurian kemarin gue nggak ja’im abis biar dinilai anggun. Kan kontes beginian mesti anggun. Gue cuma menjaga kesopanan dengan wajar aja selama 3 hari penjurian kemarin itu. Karena biasanya gue emang nggak sopan. Ngupil nggak kenal tempat, kentut, sendawa…hehe…tapi nggak setiap saat juga.

Lha, ternyata?!

“Kontestan yang beruntung lolos ke babak 15 besar berikutnya adalah, peserta Senduk dengan nomer…dua puluh……empat!!!!!!”
JLEG! Rasanya jantung gue naik ke ubun-ubun (?). Kaget! Nggak nyangka! Surprised! Ngerasa mimpi! Dan kayaknya heels sepatu gue mau patah saat itu juga.
Akhirnya dengan senyum setengah kaget, gue maju ke barisan depan, bersatu dengan para 15 besar yang lain.

Gile! Dari 44 peserta Senduk, gue bisa lolos ke 15 besar! Wiiihh!! Sejarah baru gue bisa masuk 15 besar kontes kecantikan begini!

Setelah diumumin, satu per satu peserta 15 besar menjawab pertanyaan juri. Giliran gue, eh, ternyata barengan sama peserta Kakang pasangan gue dari sekolah, si Hamid. Ngepas banget! Haha! Gue dapet pertanyaan :

“Jika kamu adalah seorang duta wisata sebuah kota dan ditunjuk untuk mewakili kontes RAKA-RAKI Jawa Timur, kota mana yang akan Anda pilih untuk Anda wakili?”

Gue jawab pake bahasa Inggris, bahwa gue memilih kota Ponorogo karena masih banyak aset Ponorogo yang mesti digali agar Ponorogo menjadi lebih populer.
Setelah selesai semua, kami para 15 besar turun ke balik panggung. Ada satu peserta cewek yang juga masuk 15 besar teriak sambil megang tangan gue, “15 remaja putri tercantik dan terpintar se-Ponorogo, Mbak!!" Gue cuman ngangguk-ngangguk aja, dan dalam hati gue ngedumel “Ini anak lebay banget, sih?!” LOL. Haha!!!

Pas pengumuman 10 besar, gue udah deg-degan aja. Pas nomer gue disebut, makin deg-deganlah gue! Gile! 10 besar, Kawan-kawan!

“10 remaja putri tercantik dan terpintar se-Ponorogo, Mbak!!” Cewek yang tadi teriak-teriak lagi ke gue. Gue, sekali lagi, cuman senyum dan ngangguk-ngangguk.

Nah, di babak inilah gue “terpeleset” waktu gara-gara lupa apa bahasa Inggrisnya “persyaratan”. Haha! Tapi gue anggep, malem itu sebagai malem yang fun buat gue. I had a fun time up there.

Meskipun nggak masuk 5 besar…gue bersyukur. Nggak niat-niatnya, malah masuk 15 besar bahkan sampe 10 besar! Nggak disangka-sangka! Temen-temen yang nonton aja pada pelukan, nangis, dan bilang gue udah bagus banget malem itu.
Just another unforgettable moment to keep and remember…setelah 50 besar Olimpiade Bahasa Inggris di UNM Malang kemarin…

Thanks God…alhamdulillah hirabbil ‘alamin…

Thanks to all my friends, my mom, and all the people in the world whom keep praying for the greatness of others

_love.phobia_

Kakang Senduk : The Steps

Assalamu‘alaikum, people

Agak lama ya gue nggak posting. Sibuk sama Kakang Senduk soalnya. And I’m bringing you some good news, guys
First :

I WAS THE TOP 10 OF PEMILIHAN DUTA WISATA KAKANG SENDUK PONOROGO 2008 SESI 2!!!!! Unbelievable!!! Totally unbelievable!

Gue bener-bener nggak nyangka gue bisa masuk 10 besar Senduk! Nggak niat sama sekali soalnya. Sejak awal daftar, gue nggak ada persiapan apa-apa sama sekali. Kalo nggak dipaksa Ibu, gue juga nggak bakalan mau ikut lagi. Kalo nggak dipaksa temen-temen sekelas juga, gue nggak bakalan mau ikut lagi.

Tapi ternyata…
Ketidakniatan gue itu malah membuahkan satu hasil mengejutkan!

Hari pertama pemilihan alias audisinya, gue mikir-mikir buat sedikit mengubah penampilan. Jadilah gue bawa tas ibu yang ini :

Thanks buat adek gue yang udah mau jadi modelnya

Biar agak “cewek” gitu niatnya. Karena dresscodenya emang standar, cuma rok hitam sama kemeja putih, nggak gue pajang disini. Yah, kan kalian semua pada bisa bayangin gimana penampilan seseorang ber-rok hitam dan kemeja putih yang nggak diapa-apain alias plain.

Di hari itu, ada banyak kejutan di ruang pembekalan. Ternyata, Nimo gue ikut. Ada GM juga, adik kelas SMP yang gue idolain di sekolah. Terus ada Syihan juga, temen gue les bahasa Inggris kelas 1 dulu. Terus ada temennya Si G *cewek yang gue ceritain gangguin gue gara-gara 123*, temen Mita juga, namanya Galuh. Dan gue ketemu juga temen seperjuangan gue di tahun lalu, Wahyu, yang akhirnya malah jadi deket sama gue di 3 hari berikutnya.

Di hari kedua, gue pake kaos yang gue pajang di postingan beberapa hari yang lalu itu, celana jins, dengan tas yang masih sama. Kali ini jadwalnya tes tulis dan wawancara. Soal-soal tes tulisnya lumayan gampang, apalagi di Bahasa Inggrisnya *I don’t mean to be arrogant*. Gue paling suka ngerjain soal-soal tes IQ malah, daripada ngerjain soal-soal umum akademik. Dan pas tes wawancaranya, modelnya debat dalam satu kelompok gitu. Kami satu kelompok terdiri dari calon Kakang nomer 22 sampai 24, juga Senduk dengan nomer yang sama. Nomer gue 24. Kami dapet masalah tentang fatwa haram MUI terhadap rokok. Sukses, sih menurut gue.

Nah, di hari ini nih gue dapet miracle. Gue udah cerita di post sebelumnya, tentang Nimo. Hihi…senangnya…

Di hari ketiga, hari terakhir. Saatnya uji talenta. Dan gue nyanyi di hari itu, sebagai persembahan uji talenta gue. Lagunya My Immortal – Evanescence. Menurut gue, sih sukses juga. Soalnya, yang tepuk tangan pada meriah banget dan beberapa sempet terpana *hehe…narsis*.
Besoknya, ada gladi bersih malam grandfinal. Gue dateng pake baju ijo kesayangan gue yang gue pake ke Ngawi lalu, dan gue pake tas Ibu yang ini :

Dasar nggak modal banget, semuanya pinjem punya Ibu.

Pas malem finalnya, cerita lain…

_love.phobia_

Kamis, 18 Desember 2008

Dia Manggil Aku...

AAAAAAAAAAAAA!!!!!

Gue seneng banget hari ini! Meskipun capek gara-gara kegiatan seleksi Kakang Senduk padet banget, gue tetep seneng. Soalnya, hari ini...

Nimo gue nyapa gue!!!!!!!!

Pas pulang tadi, kan ujan. Jadilah, semua peserta berdiri nungguin ujan reda di depan gedung pertemuan. Nah disitulah kejadiannya terjadi :

Nimo : "Masithoh..." (pelan)
Gue : "Kok kayak ada yang manggil ya?" (bisik-bisik sama diri sendiri)
Nimo : "Masithoh..." (lebih keras)
Gue : (nengok)

Kemudian gue mendapati muka pilonnya di belakang gue, lagi celingak-celinguk ngeles setelah manggil gue. Nyebelin! Ngegemesin! Lucu banget mukanya (emang bayi?)

AHAHAHA!!!

Gue seneng banget, deh hari ini... Tak terlukiskan...seperti yang gue bilang ke Lya.

Hmmm...dia ganteng sekali hari ini, anyway...

_love.phobia_

Senin, 08 Desember 2008

This Idul Adha...

Assalamu 'alaikum...met Idul Adha semuanyaaa... (gue teriakin ini sekali lagi, biar kerasa semangatnya!)

Hari ini seluruh umat muslim di dunia merayakan hari raya besar kedua setelah Idul Fitri. Hari dimana para jemaah haji sedang melakukan ibadahnya di Mekkah. Nah, bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, kami merayakan hari raya kurban atau biasa disebut dengan Idul Adha.

Eniwei, karena hari ini gue lagi "libur" sholat, jadi tadi pas di stadion, tempat keluarga gue dan umat Islam lain se-Ponorogo sholat Id, gue foto-foto aja.

Sempet narsis juga. Tapi kali ini kaki gue yang kebagian jatah.
Hehe...abis nyari sarapan sama keluarga, gue langsung meluncur ke sekolah buat ngurusin daging kurban sekolah gue. Sayang, gue belum bisa posting foto-foto perpisahan bersama para kambing yang telah meregang nyawa dan berakhir raganya di perutku...hehe... Besok, deh. Kalo udah dapet dari Si Beib.
Setelah selesai motong-memotong daging, gue pergi makan tempura di tempat biasa. Lagi-lagi sorry, no pics. Mila yang traktir, karena tanggal 2 kemarin dia ulang tahun.

Balik ke sekolah, gue sama temen-temen langsung disodorin makan lagi, hasil masak sebagian daging kurban. Wuih...rasanya perut gue mau meledak...makan mulu. Mana sate lagi menunya, plus gule. Berat...! Akhirnya, gue sisain tuh nasi. (I'm so sorry, God...).

Setelah itu, kami muter ke lingkungan sekitar sekolah buat ngebagiin daging kurban. Wuih, sate sama gulenya belum sempet jadi lemak, langsung kepake buat keliling-keliling. Habis keliling, kami semua ngumpul kayak biasanya kalo OSIS habis ada kegiatan. Nyanyi-nyanyi gak jelas.
Dan seperti biasanya, Si Beib, jadi gitarisnya. Oiya, gue panggil dia Si Beib bukan karena dia pacar gue, loh. Tapi karena emang, kami ini pasangan suami-istri gadungan di sekolah. Gara-gara jabatan dia yang ketua OSIS dan gue wakilnya. (pamer!)

Dan gue juga sempet narsis (lagi!)

Udah, ah! Udah long post, nih! See ya!

_love.phobia_

Met Idul Adha Semuanya...

Allahu akbar, allahu akbar...

Laa ilaa hailallah...huallah huakbar...

Allahu akbar walillahilhamd...

Met Idul Adha semuanya...semoga amal kurban kita tahun ini dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT dan dapat mencontoh tauladan Nabi Ibrahim as.

Amin...

_love.phobia_

Minggu, 23 November 2008

Korban Robot Geleng!

Perhatikan gambar di bawah ini:

Seorang bocah, diperkirakan berusia 9 tahun, ditemukan terbaring tanpa luka di sebuah area perkebunan jagung nggak jauh dari rumah gue.

JENG!


…………………………………………………



JENG! JENG! JENG!


…………………………………………………..


(suara backsound film-film thriller berkumandang)



JENG!!! TUIT! TUIT! (hah? Lho kok?)


Dia adalah…



Bocah berinisial RA ini ditemukan masih dengan pakaian lengkapnya di atas sebuah kertas bekas bungkus semen. Tanpa memar maupun lebam, membuatnya semakin tampak tak masuk akal.


Dia adalah…


......................................................


Rizal Ahmad Faisal Afif, putra ketiga dari Bapak Sariyono, yang nggak lain dan nggak bukan adalah bokap gue. Jadi, intinya…......Rizal itu ADEK GUE!

Berkat hasil arahan gaya dari Sarjana Desain Grafis ITB (Institut Teknik Bojongkenyot), Muhammad Faris Faisal Afif, adek gue yang pertama, seorang foto model cilik itu berhasil mengelabui hampir separuh dari temen-temen gue yang pertama kali ngeliat poto di atas.
Atau juga poto yang ini.


Beberapa diantaranya langsung histeris, bilang turut berduka citalah, bilang kasihan banget lah, blahblahblah…
Tapi begitu gue ngomong yang sebenernya, kepala gue benjol kena jitak lebih dari sepuluh kepalan tangan. Wkwkwkwk…

Yang jadi pertanyaan bonyok gue, kok mau-maunya di Rizal diperalat otak gilanya Faris. Ibu cuman bisa mengelus dada. Terheran-heran melihat kelakuan dua putranya yang *gendeng* aneh itu.

Tapi, selalu ada hal positif dibalik semua hal yang terjadi. Apa???
2 poto di atas adalah bukti nyata bahwa adek gue yang Rizal, punya bakat jadi foto model rekonstruksi kasus kriminal, spesialisasi pembunuhan di bawah umur (emang ada?). Nah, yang Faris punya bakat potograper atau paling nggak jadi pengarah gaya para model RKK (Rekonstruksi Kasus Kriminal). Hahahaha!!!

Gue masih nggak bisa berhenti ngakak kalau ngeliatin poto ini terus menerus dan berkesinambungan (berasa kayak Menteri Pembangunan Daerah gue?!)

Well, blogwalking dulu, aaaahhh…

_love.phobia_

Rabu, 19 November 2008

Top 50 of Java-Bali English Olympiad!!! : The 3rd Day

ini lagi di Matos (diselipin, maaf...)

pas mau berangkat ke MOG ...

di MOG nih...
cheezy bites...hmm...

yang american taste, peperoni pasta...


pizza time!


ini di Stadion Gajayana...
di museum Brawijaya...

pas jalan pulang...

finally...thank you for seeing...

_love.phobia_