Tampilkan postingan dengan label Kakang Senduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kakang Senduk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2008

The Unforgettable 21st of December






Those picture are the bestest moment I've ever had...

_love.phobia_

“10 Besar Remaja Putri Tercantik dan Terpintar Se-Ponorogo, Mbak!!”

Pas malem final, gue dirias sama guru tari gue, Bu Sari, di rumahnya. Hampir telat, soalnya udah setengah tujuh belum dijemput. Tapi gue sih nggak terlalu khawatir, soalnya ya nggak niat dari awal itu tadi. Telat biarin, di-diskualifikasi, biarin. Habis males banget malem itu. Paling juga di Watu Dakon (tempat grandfinalnya) juga molor jadwalnya.

Sampe sana, bener aja. Molooor banget. Khasnya Indonesia, sih. Hehe…

Singkat cerita, gue tampil di paradenya. Habis itu dijejer (disuruh berdiri doang nggak ngapa-ngapain) di atas panggung sampe sekitar seperempat jam buat nunggu juri rapat. Capek, boooo!!! Gile! Pake sandal selop hak 7 cm, pake kebaya, pake kain jarik, terus disuruh berdiri segitu lamanya sambil senyum ke seluruh penonton…haloooo…siapa yang nggak capek coba?!

Akhirnya, jurinya selesai juga dan segeralah 15 besar Kakang dan 15 besar senduknya diumumin. Asli, gue udah pesimis banget soalnya selama 3 hari penjurian kemarin gue nggak ja’im abis biar dinilai anggun. Kan kontes beginian mesti anggun. Gue cuma menjaga kesopanan dengan wajar aja selama 3 hari penjurian kemarin itu. Karena biasanya gue emang nggak sopan. Ngupil nggak kenal tempat, kentut, sendawa…hehe…tapi nggak setiap saat juga.

Lha, ternyata?!

“Kontestan yang beruntung lolos ke babak 15 besar berikutnya adalah, peserta Senduk dengan nomer…dua puluh……empat!!!!!!”
JLEG! Rasanya jantung gue naik ke ubun-ubun (?). Kaget! Nggak nyangka! Surprised! Ngerasa mimpi! Dan kayaknya heels sepatu gue mau patah saat itu juga.
Akhirnya dengan senyum setengah kaget, gue maju ke barisan depan, bersatu dengan para 15 besar yang lain.

Gile! Dari 44 peserta Senduk, gue bisa lolos ke 15 besar! Wiiihh!! Sejarah baru gue bisa masuk 15 besar kontes kecantikan begini!

Setelah diumumin, satu per satu peserta 15 besar menjawab pertanyaan juri. Giliran gue, eh, ternyata barengan sama peserta Kakang pasangan gue dari sekolah, si Hamid. Ngepas banget! Haha! Gue dapet pertanyaan :

“Jika kamu adalah seorang duta wisata sebuah kota dan ditunjuk untuk mewakili kontes RAKA-RAKI Jawa Timur, kota mana yang akan Anda pilih untuk Anda wakili?”

Gue jawab pake bahasa Inggris, bahwa gue memilih kota Ponorogo karena masih banyak aset Ponorogo yang mesti digali agar Ponorogo menjadi lebih populer.
Setelah selesai semua, kami para 15 besar turun ke balik panggung. Ada satu peserta cewek yang juga masuk 15 besar teriak sambil megang tangan gue, “15 remaja putri tercantik dan terpintar se-Ponorogo, Mbak!!" Gue cuman ngangguk-ngangguk aja, dan dalam hati gue ngedumel “Ini anak lebay banget, sih?!” LOL. Haha!!!

Pas pengumuman 10 besar, gue udah deg-degan aja. Pas nomer gue disebut, makin deg-deganlah gue! Gile! 10 besar, Kawan-kawan!

“10 remaja putri tercantik dan terpintar se-Ponorogo, Mbak!!” Cewek yang tadi teriak-teriak lagi ke gue. Gue, sekali lagi, cuman senyum dan ngangguk-ngangguk.

Nah, di babak inilah gue “terpeleset” waktu gara-gara lupa apa bahasa Inggrisnya “persyaratan”. Haha! Tapi gue anggep, malem itu sebagai malem yang fun buat gue. I had a fun time up there.

Meskipun nggak masuk 5 besar…gue bersyukur. Nggak niat-niatnya, malah masuk 15 besar bahkan sampe 10 besar! Nggak disangka-sangka! Temen-temen yang nonton aja pada pelukan, nangis, dan bilang gue udah bagus banget malem itu.
Just another unforgettable moment to keep and remember…setelah 50 besar Olimpiade Bahasa Inggris di UNM Malang kemarin…

Thanks God…alhamdulillah hirabbil ‘alamin…

Thanks to all my friends, my mom, and all the people in the world whom keep praying for the greatness of others

_love.phobia_

Kakang Senduk : The Steps

Assalamu‘alaikum, people

Agak lama ya gue nggak posting. Sibuk sama Kakang Senduk soalnya. And I’m bringing you some good news, guys
First :

I WAS THE TOP 10 OF PEMILIHAN DUTA WISATA KAKANG SENDUK PONOROGO 2008 SESI 2!!!!! Unbelievable!!! Totally unbelievable!

Gue bener-bener nggak nyangka gue bisa masuk 10 besar Senduk! Nggak niat sama sekali soalnya. Sejak awal daftar, gue nggak ada persiapan apa-apa sama sekali. Kalo nggak dipaksa Ibu, gue juga nggak bakalan mau ikut lagi. Kalo nggak dipaksa temen-temen sekelas juga, gue nggak bakalan mau ikut lagi.

Tapi ternyata…
Ketidakniatan gue itu malah membuahkan satu hasil mengejutkan!

Hari pertama pemilihan alias audisinya, gue mikir-mikir buat sedikit mengubah penampilan. Jadilah gue bawa tas ibu yang ini :

Thanks buat adek gue yang udah mau jadi modelnya

Biar agak “cewek” gitu niatnya. Karena dresscodenya emang standar, cuma rok hitam sama kemeja putih, nggak gue pajang disini. Yah, kan kalian semua pada bisa bayangin gimana penampilan seseorang ber-rok hitam dan kemeja putih yang nggak diapa-apain alias plain.

Di hari itu, ada banyak kejutan di ruang pembekalan. Ternyata, Nimo gue ikut. Ada GM juga, adik kelas SMP yang gue idolain di sekolah. Terus ada Syihan juga, temen gue les bahasa Inggris kelas 1 dulu. Terus ada temennya Si G *cewek yang gue ceritain gangguin gue gara-gara 123*, temen Mita juga, namanya Galuh. Dan gue ketemu juga temen seperjuangan gue di tahun lalu, Wahyu, yang akhirnya malah jadi deket sama gue di 3 hari berikutnya.

Di hari kedua, gue pake kaos yang gue pajang di postingan beberapa hari yang lalu itu, celana jins, dengan tas yang masih sama. Kali ini jadwalnya tes tulis dan wawancara. Soal-soal tes tulisnya lumayan gampang, apalagi di Bahasa Inggrisnya *I don’t mean to be arrogant*. Gue paling suka ngerjain soal-soal tes IQ malah, daripada ngerjain soal-soal umum akademik. Dan pas tes wawancaranya, modelnya debat dalam satu kelompok gitu. Kami satu kelompok terdiri dari calon Kakang nomer 22 sampai 24, juga Senduk dengan nomer yang sama. Nomer gue 24. Kami dapet masalah tentang fatwa haram MUI terhadap rokok. Sukses, sih menurut gue.

Nah, di hari ini nih gue dapet miracle. Gue udah cerita di post sebelumnya, tentang Nimo. Hihi…senangnya…

Di hari ketiga, hari terakhir. Saatnya uji talenta. Dan gue nyanyi di hari itu, sebagai persembahan uji talenta gue. Lagunya My Immortal – Evanescence. Menurut gue, sih sukses juga. Soalnya, yang tepuk tangan pada meriah banget dan beberapa sempet terpana *hehe…narsis*.
Besoknya, ada gladi bersih malam grandfinal. Gue dateng pake baju ijo kesayangan gue yang gue pake ke Ngawi lalu, dan gue pake tas Ibu yang ini :

Dasar nggak modal banget, semuanya pinjem punya Ibu.

Pas malem finalnya, cerita lain…

_love.phobia_

Rabu, 17 Desember 2008

Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk 2008 Sesi 2

Hei, hei...lama tak bersua, ya...


Gue lagi sibuk banget, wara-wiri Kakang Senduk. Jadi maaf ya kalo posting kali ini pendek aja.

Gue ikut Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk 2008 Sesi 2, jadi do'ain ya...semoga gue bisa masuk 10 besar tahun ini...amin...

Sebenernya banyak cerita, sih. Soal gue ketemu Nimo yang ternyata ikut juga. Tapi gue baru bener-bener free lusa. Kemarin, hari ini, sama besok bener-bener lagi busy-busynya.
Buat temen-temen blogger yang udah blogwalking ke tempat gue, sori nggak bisa visit back ke semuanya.

Ok, then...gotta go to have a shower and go to the next battle, TES TULIS dan WAWANCARA...

See ya, people!

_love.phobia_